studiku

Prinsip Gerakan Moral Bersih, Transparan, dan Profesional dalam Implementasi GCG (Good Corporate Governance Principles)

In Artikel on September 24, 2008 at 4:49 am

Studiku

Prinsip Gerakan Moral Bersih, Transparan, dan Profesional (BTP) Sebagai Implementasi GCG (Good Corporate Governance Princip) mengandung pengertian-pengertian sebagai berikut:

Konsep BTP

 

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam  menerapkan Good Corporate Governance (GCG), adalah melalui Gerakan Moral Bersih Transparan dan Profesional (BTP).  Gerakan Moral BTP di Perusahaan perlu dilakukan dengan kesadaran dan konsisten, sehingga diharapkan dapat mendorong kemajuan perusahaan dengan langkah terpenuhinya etika bisnis. Nilai dasar (basic value) yang terkandung dalam istilah Bersih-Transparan-Profesional, yaitu:

  • Bersih (Clean), terkandung nilai integritas (integrity), kredibilitas (credibility), jujur (honest), anti Korupsi, Kolusi & Nepotisme. Segenap jajaran perusahaan diharapkan berperilaku jujur, menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas, serta mempunyai sikap anti KKN.
  • Transparan (transparency), terkandung nilai akuntabilitas (accountability), bertanggungjawab (responsibility), keterbukaan serta auditable. Segenap jajaran perusahaan diharapkan dapat berperilaku penuh rasa tanggung jawab, terbuka, serta mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada pihak-pihak berwenang.
  • Profesional (Professionalism), terkandung nilai kepatuhan (compliance), kapabilitas (capability), dan kemampuan (competency). Segenap jajaran perusahaan diharapkan dapat bekerja dengan trampil, teliti, akurat, dan tepat waktu. Selain itu juga perlu memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) serta berani mengambil risiko untuk mencapai keunggulan kompetitif (competitive advantage). Hal yang tidak kalah penting, adalah adanya kepatuhan seluruh pelaku dalam perusahaan terhadap segala peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang berlaku.

Tujuan Gerakan BTP

 

Gerakan moral BTP di perusahaan dilakukan dengan tujuan agar:

  • Terwujudnya Good Corporate Governance secara konsisten dan berkesinambungan di perusahaan.
  • Terbentuknya budaya baru perusahaan (new corporate culture) yang mendukung peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
  • Terbangunnya citra perusahaan (corporate image) yang baik, di mata stakeholders, masyarakat, dan pihak luar perusahaan lainnya.
  • Terhindarnya praktik-praktek KKN yang sangat merugikan perusahaan.

Pedoman Perilaku

 

Dalam pedoman Perilaku Etika Perusahaan (code of corporate conduct/Ethics), yang ditetapkan oleh Direksi, terkandung nilai-nilai etika/moral yang menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Berikut ini beberapa contoh perilaku yang terkait dengan Gerakan Moral BTP:

Gerakan Moral “Bersih”.

  • Tidak melakukan suatu perbuatan tercela. Segenap karyawan dan pimpinan perusahaan diharapkan dapat  perbuatan-perbuatan yang melanggar etika / moral, hukum, ketentuan-ketentuan perusahaan maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Tidak melakukan praktek Kolusi, Korupsi, Nepotisme (KKN). Korupsi berarti menyelewengkan atau menggelapkan asset perusahaan untuk keuntungan pribadi atau pihak lain dan merugikan perusahaan / negara.   Kolusi berarti bekerja sama dengan pihak lain, baik secara pribadi atau bersama-sama, untuk mengambil keuntungan dengan melakukan perbuatan yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Nepotisme berarti perbuatan yang hanya memberikan keuntungan pada keluarga, teman-teman, kerabat dan seterusnya, yang dapat merugikan perusahaan.
  • Tidak menerima pemberian apapun. Tidak menerima uang, hadiah dan atau pemberian dalam bentuk apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut diduga bahwa pemberian itu  bersangkutan  atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan yang dapat menyebabkan penyimpangan pelaksanaan tugas dan/atau pengambilan keputusan.
  • Selalu bersikap Jujur.Jujur berarti tindakan yang dilakukan sesuai dengan perkataan dan hati nuraninya atau satunya kata dan tindakan (tidak munafik).

Gerakan Moral “Transparan”.

 

Transparan berarti segala kegiatan yang dilaksanakan,  informasi yang dimiliki, dapat diketahui dan diawasi oleh pihak lain yang berwenang. Tidak ada sesuatu  hal yang ditutup-tutupi (disembunyikan) dan tidak ada yang dirahasiakan. Transparan sangat menuntut kejelasan siapa dan berbuat apa serta  bagaimana melaksanakannya.

Gerakan Moral “Profesional”.

 

Bersikap profesional berarti memiliki tekad bekerja secara sungguh-sungguh untuk memberikan hasil kerja (kinerja) terbaik dengan mengerahkan segenap kompetensi yang dimiliki secara optimal, yaitu:

  • Memberikan hasil (output)  yang  terbaik. Bekerja secara profesional ditunjukkan dengan  ketekunan, ketelitian, kerja keras, disiplin tinggi, serta berusaha memberikan hasil (output) yang terbaik bagi perusahaan.
  • Memiliki visi yang jelas dan kompetensi yang memadai. Profesionalisme menuntut segenap karyawan dan pimpinan perusahaan memiliki visi yang jelas dan kompetensi yang memadai.  Visi yang jelas akan lebih fokus terhadap apa yang dicita-citakan dan kompetensi yang memadai akan mengoptimalkan pekerjaan sehingga dapat memberikan hasil terbaik kepada perusahaan serta dapat  memacu kinerjanya.
  • Dapat bekerjasama dalam kelompok (teamwork). Kesuksesan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kesuksesan individual  melainkan  lebih ditentukan oleh hasil kerja kelompok.
  • Memiliki sikap Kreatif dan Inovatif. Profesionalisme dapat berkembang secara optimal pada individu yang memiliki sikap kreatif dan inovatif. Yaitu terletak pada mereka yang selalu berusaha mencari cara baru dalam mengatasi berbagai masalah dalam perusahaan (problem solving).

Sebenarnya cukup banyak perusahaan yang telah mempraktekkan bersih Transparan dan Profesional (BTP), hanya saja belum diformalkan dalam suatu keputusan manajemen perusahaan. Beberapa waktu yang lalu Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bekerjasama dengan pihak-pihak terkait telah mencanangkan program Gerakan Moral Bersih Transparan dan Profesional  di kalangan perusahaan yang bergabung dengan KADIN. Selain itu KADIN juga telah menyusun Modul Gerakan Moral Bersih Transparan dan Profesional (BTP) dan modul Good Coorporate Governance (GCG) serta modul Kampanye Nasional Anti Suap. Semoga semakin banyak perusahaan yang sadar akan pentingnya Gerakan BTP tersebut sebagai salah satu implementasi GCG di perusahaan.

studiku

  1. […] Prinsip Gerakan Moral Bersih, Transparan, dan Profesional dalam Implementasi GCG (Good Corporate Gov… […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: