studiku

Teori Paling Dibenci Tapi Rindu (The theory was Most hated but the Longing)

In Artikel on Agustus 29, 2008 at 3:05 am

studiku

Jika anda ke Google search “teori alam semesta” maka banyak sekali artikel membahas teori alam semesta, tadinya hanya sekedar ingin membaca-baca tetapi malah jadi bahan inspirasi, artikel-artikel tersebut umumnya berisi debat sengit. Bagi pembaca akan timbul berbagai tanggapan, mulai yang biasa-biasa saja, serius, maupun cuek. Saya sendiri inginnya serius eh, malah jadi ketawa-ketiwi sendiri. Argumen-argumen tersebut memiliki berbagai sudut pandang, mulai dari yang paling objektif hingga yang paling provokatif. Bagaimana duduk permasalahannya?

 

Mungkin begini, ada tiga teori terbentuknya alam semesta yaitu:

Teori Keadaan Tetap (Steady-State Cosmology)

Alam semesta akan sama di manapun atau bilamanapun atau dengan kata lain alam semesta sama di mana-mana setiap saat, semesta tidak pernah memiliki awal dan akhir. Teori ini disegarkan kembali oleh dua ahli fisika Paul Steinhardt & Neil Turok, tentu dengan berbagai argumen yang sangat panjang lebar dengan perhitungan dan rumus fisika yang rumit dan bikin pusing kepala.

Teori Osilasi

Bahwa materi alam semesta bergerak saling menjauh kemudian akan berhenti, mengalami pemampatan, demikian seterusnya secara periodik. Teori ini mengemukakan bahwa alam semesta sekarang sedang mengembang karena sebelumnya telah terjadi penyusutan. Dalam proses ini tidak ada materi yang rusak, hilang, ataupun tercipta, hanya mampat atau merenggang. Tahun 1929, Edwin Hubble melihat bahwa bintang-bintang memancar cahaya merah sesuai dengan jaraknya, maka bintang-bintang ini “bergerak menjauh”. Sebab, spektrum dari sumber cahaya yang bergerak mendekat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauh cenderung ke warna merah. Secara teoritis fakta ini didukung Albert Einstein bahwa alam semesta tidak mungkin statis.

Teori Dentuman Besar / Big Bang

Pengembangan dari teori osilasi, bahwa seluruh materi dan energi dalam alam semesta pernah bersatu membentuk sebuah bola raksasa, kemudian bola raksasa meledak hingga seluruh materi mengembang karena pengaruh energi ledakan yang sangat besar. Pada tahun 1965, Arno Penziaz & Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini disebut “radiasi latar kosmis” yang meliputi keseluruhan ruang angkasa, sebagai sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa big bang. Tahun 1989, satelit COBE mengidentifikasi radiasi kosmis sisa big bang sesuai dengan perhitungan Penziaz & Wilson. Konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium.

 

Para ilmuwan yang berpandangan pada teori ketetapan dianggap sebagai ilmuwan materialis dan diberi gelar sebagai ilmuwan ateis. Saya sendiri kurang paham gelar tersebut strata apa, jika strata 2 mungkin disingkat M.At atau Magister Ateis. Sedangkan teori osilasi dan teori big bang adalah lebih diakui oleh banyak kalangan.

studiku

  1. […] Teori Paling Dibenci Tapi Rindu (The theory was Most hated but the Longing) […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: