studiku

Paradigma Hiperreality dalam Peradaban Postmodern (The Hiperreality paradigm in Modern Civilisation)

In Artikel on Agustus 29, 2008 at 2:49 am

studiku

Tokoh postmodern, Jean Baudrillard, menyatakan media terutama televisi mampu menampilkan simulasi/model yang demikian intens memenuhi ruang kehidupan sosial, sehingga mengaburkan batas antara citra dan fakta. Citra menjadi lebih real dibanding realitas sebenarnya sehingga cenderung dijadikan kriteria. Ini disebut hyperreal yang menjadi ciri dunia postmodern, yakni kondisi di mana kenyataan sebenarnya kalah oleh citra dan penampakan media. Dian Sastro dan James Bond terasa lebih real dibandingkan tetangga kita sendiri.

 

Di dalam filsafat postmodern, terminologi karakteristik hypereality adalah perpindahan peran antara reality dan fantasy kemudian membentuk ”cultur postmodern” (posmo).

 

Ada banyak contoh seperti ”reality by proxy” yaitu lebih nikmat dan puas dengan membuka situs porno dibanding aksi hubungan seks secara nyata, pohon natal plastik terlihat lebih bagus dibanding pohon cemara asli, koran kertas tidak friendly dibaca dibanding cybermedia, atau Dysneland lebih menajubkan dibanding datang langsung ke Antartika.

 

Pada konteks yang lain, bahwa tidak dapat ditampik, arus akan semakin menuju ke arah dunia virtual (Virtual World). Paradigma hypereal (The Hyperreality Paradigm) memperlihatkan tidak ada lagi batas-batas geografis negara. Informasi dapat diperoleh dari database imajiner senyata dengan dunia nyata menjadi dunia virtual. Data-data virtual ini mampu memberi stimulasi hingga bisa dirasakan dan disentuh seperti menyentuh benda nyata (Physical Reality).

 

Pada konteks yang lain, saat 10 atau 20 tahun yang akan datang jika orang bertanya pada saya, di mana alamatmu? Kemudian saya jawab di Jl. Diponegoro No.777 Semarang, mungkin orang tersebut akan binggung, karena yang dimaksud rumah yaitu studysafe@mail.com. Bisa jadi 20 atau 30 tahun yang akan datang alamat rumah yang tertulis pada KTP saya yaitu aryobandoro.com. Sehingga setiap bayi yang lahir, maka pada saat itu pula proses registrasi nama domain dirinya dilakukan secara otomatis dan catatan sipil pun menjadi seperti index google.

%d blogger menyukai ini: