studiku

Mitos (The myth)

In Artikel on Agustus 29, 2008 at 2:53 am

studiku

Mitos (mite, myth) adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain pada masa lampau dan dianggap benar terjadi oleh penganutnya. Mitos menceritakan tentang asal-usul alam semesta, perbintangan, geografi, petualangan para dewa, kisah cinta, dan sebagainya. Di Jawa memiliki mitos, Gunung Semeru sebagai gunung suci yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa atau padi terjadi karena adanya Dewi Sri.

 

Mitos dapat berperan sebagai pembenar sehingga menjadi suatu cara pemecahan masalah. Bangsa Norwegia, meyakini bahwa ”Thor” mengendarai sebuah kereta yang ditarik dua ekor kambing melintasi angkasa. Ketika tongkat diayunkan maka akan muncul halilintar dan turunlah hujan. Pola pikir tersebut dapat dimaklumi saat itu jika bangsa tersebut kemudian para petani berusaha untuk menyembah ”Thor” sebagai cara manajemen cuaca.

 

Mungkin banyak sekali dramatisasi dan mitologi dalam konteks sejenis cerita ”Thor” tersebut pada bangsa-bangsa yang lain bahkan di jaman sekarang sekalipun.

 

Sigmund Freud menyatakan bahwa Mitologi bersemayam di alam bawah sadar (unconscious mind) manusia sebagai awal dari problem solving pada masa kanak-kanak seperti cerita Oedipus, sebab rasionalistas pada tahap itu belum terbentuk. Mitologi berlawanan dengan logika (akal sehat) yang masuk dalam wilayah alam sadar (conscious mind). Kedua pola ini akan selalu tercipta konflik internal pada kepribadian manusia. Mitos bisa berupa wacana atau keyakinan yang keberadaannya satu paket dengan pantangan yang tidak boleh dilanggar, menentang mitos itu ”pamali” (dosa) dan bisa kualat. Logika, lebih menitik beratkan pada analisis pikiran dan persepsi dengan kata lain lebih menonjolkan peran pikiran yang masuk akal.

 

Di dalam kehidupan berbangsa pun ditemukan mitologi,  lagu Koes Plus, ”Tongkat Kayu Menjadi Tanaman”, bangsa ini seperti dibesarkan dengan mitos-mitos, bahwa kita bangsa yang besar, kaya dengan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Dan yang paling hebat, mitos bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, senang bergotong royong, bertoleransi tinggi, berbudi luhur, dan bangsa timur yang memiliki peradaban tinggi.

 

Apakah bangsa ini sudah terlanjur makmur dan lebih berteknologi tinggi jika dibandingkan dengan bangsa lain, sehingga tidak perlu kerja keras untuk menggunakan logika dan hanya cukup dengan bedoa saja.

 

Mitologi mungkin akan terus eksis di dalam peradaban ini ketika manusia belum menemukan suatu jawaban atas sebuah misteri. Mitologi bisa tertanam ke dalam kepribadian yang paling prinsip sekalipun, bahkan dijadikan sebuah ideologi. Friksi antara mitologi dan logika akan muncul ketika telah tuntasnya logika suatu misteri, namun pola pikir masih berdiri pada alas paradigma mitologi.

 

studiku:

 

Jostein Gaarder, Dunia Sophie, Mizan Pustaka, Bandung, 1998.

George Boeree, Personality Theories, A-Ruzz Media Group, Yogyakarta, 2003.

www.laporanpenelitian.com
www.kesimpulan.co

Komentar ditutup.