studiku

Charles Darwin, Pria Punya Selera (Charles Darwin, the Man had Appetite)

In Artikel on Agustus 29, 2008 at 2:57 am

studiku

Jika dicari siapakah orang yang paling kontradiktif di dunia ini? Salah satunya pasti Charles Darwin. Ada dua kubu yaitu Darwin bermanfaat dan Darwin sampah!

 

Jika kita flash back (bukan program flash dari Sun Microsystem) pada history. Charles Robert Darwin (1809-1882) lahir di Shrewsbury, ayahnya Robert Darwin (dokter), kakek Erasmus Darwin (dokter dan penulis naturalis). Tahun 1825 ke Edinburg belajar kedokteran, namun keluar karena merasa berminat pada entomologi (ilmu serangga). Tetapi dasar orang aneh, malah masuk sekolah pendeta Cambridge dan lulus tahun 1831 (sangat ironis!).

 

Dia suka berlayar dan tempat paling berkesan adalah kepulauan Galapagos, di mana melihat burung-burung Finche telah mengembangkan suatu varietas paruh yang masing-masing mencerminkan sumber makanan yang menjadi sumber kehidupan burung itu. Variasi paruh itu dilihat sebagai seleksi untuk menyesuaikan ekologis yang tersedia di kepulauan kecil itu. Dari awal, Darwin menganggap bahwa seleksi merupakan prinsip manusia yang digunakan begitu sukses ketika memelihara ternak. Suatu ide tentang bagaimana alam melaksanakan tugas itu tanpa menggunakan akal!

 

Pemikirannya sangat jelas, spesies tidaklah abadi, hanya ma­nusia yang bisa memperbesar satu variasi minor atau yang lain secara selektif pada saat memelihara tanaman atau ternak, se­hingga alam menyeleksi variasi-variasi serupa, dengan ha­nya memperbolehkan variasi-variasi yang paling berhasil untuk bertahan hidup dan bereproduksi dalam perjuangan merebut sumber daya yang terbatas. Darwin menamakannya dengan seleksi alam.

 

Salah satu buku yang melegenda “Origin of Species by Means of Natural Selection” (1859). Seleksi alam maknanya sering tumpang tindih dengan ide paling awal dari paling naturalis bahwa berbagai karakteristik diperoleh selama kehidupan binatang berakhir pada anak keturun­annya. Bagaimana mungkin leher jerapah memanjang secara konstan sampai bergenerasi­-generasi mendatang! Jika benar, alangkah panjangnya leher generasi paling akhir jerapah tersebut. Ini disebut dengan teori La­marckianisme (pesaing utama dan teori seleksi alam).

 

Tahun 1871, menulis “The De­scent of Man” dan “Selection in Relation to Sex”. Dua buku ini berperan dan dianggap sebagai buku “two in one” tentang seleksi seksual. Sedangkan pada “The Descent of Man” adalah suatu pengenalan tentang ide bahwa manusia merupakan hasil dan seleksi alam juga. Bagian inilah yang memicu datangnya berbagai argumen yang pedas

 

Apakah Darwin berpikir sampah atau berpikir manfaat? Saya tidak tahu. Menurut saya, Darwin adalah pria paling berselera di dunia ini.

studiku

  1. […] Charles Darwin, Pria Punya Selera (Charles Darwin, the Man had Appetite) […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: