studiku

Borobudur Temple

In Artikel on Agustus 29, 2008 at 3:01 am

studiku

Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratunga dan putrinya, Pramodawarddhani, pada 26 Mei 824, menggunakan 55.000m3 batu, tinggi bangunan 42m, lebar dasar 123m, corak dan ukiran menunjukkan corak Jawa tengah.

 

Borobudur menjadi pusat penelitian dan pengembangan agama budha, seluruh rangkaian relief berisi ajaran-ajaran budha, dan bangunan suci. Namun tidak berlangsung lama dengan surutnya agama budha (why?). Setelah dinasti Cailendra lenyap, Borobudur berabad-abad tertutup kegelapan, pusat kerajaan jawa pindah ke Jawa Timur. Bekas abu Gunung Merapi menyelimuti menjadi media tumbuh rumput dan semak belukar sehingga borobudur menjadi gundukan batu dan nampak angker.

 

Abad ke 18, Gubernur Jendral Inggris Sir Thomas Stamford Raffles, mengutus perwira H.C. Cornelius dan semak belukar dibersihkan, keadaan candi menyedihkan, karena banyak sekali bagian runtuh, patung yang rusak, kepala patah, dan lengan buntung. Pemerintahan Inggris tidak berlangsung lama sehingga penelitian dan perbaikan terhenti, namun sejak itu borobudur mulai diperhatikan dan banyak dikunjungi.

 

Pemerintah Belanda berkuasa lagi dan tertarik, sayang tidak semua bermaksud baik, patung dan bagian-bagian yang indah banyak diambil. Tahun 1896, pemerintah Hindia Belanda, mengambil delapan gerobak patung dan bagian borobudur yang indah untuk dihadiahkan pada Raja Siam Chulalangkon yang sangat tertarik untuk memiliki. Sampai sekarang benda berharga dari borobudur itu tersimpan di Museum Bangkok, Thailand

 

Tahun 1907 s/d 1911 Borobudur direstorasi besar-besaran oleh Ir. Th. Van Erp, insinyur Belanda berbakat dan prihatin nasib Borobudur, batu yang tercecer dikumpulkan dan rangkaian yang terpisah dicari disatukan. Ketelitian, kesabaran, dan kecerdasan diperlukan sehingga bentuk candi seperti semula.

 

Hasil kerja Van Erp memuaskan, namun proses alam tak bisa dicegah, hujan dan kotoran selalu menimpa, lumut tumbuh subur, beberapa bagian candi miring, renggang, dan amblas. Tanggal 10 Agustus 1973 pemerintah Indonesia dibantu dana dan tenaga-tenaga ahli dari berbagai penjuru dunia melakukan pemugaran besar-besaran dan hasilnya bisa dinikmati hingga sekarang.

studiku

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: